Belajar Menulis Bersama Bu Rini

Sleman – Senyumkita.com, Selasa 23 Juli 2013 telah terlaksana senyum ceria ramadhan (SCR) ke delapan. Panti asuhan putri Nurul Yasmin (Ngaglik, Sleman) menjadi tempat SCR ke delapan. Disponsori oleh Vita fem, acara berlangsung meriah. Menghadirkan komunitas Hijaber jogja dan satu pemateri yaitu ibu Rini, mantan editor tabloid Nova. Sekitar 49 anak panti mengikuti acara dengan hikmat, dipandu oleh kakak Ayu Aprilia sebagai MC.

Banyak ilmu yang disampaikan oleh ibu Rini dalam acara sore itu, selain berbagi pengalaman beliau juga memberikan tips dan trik untuk menulis. “Totalitas dalam bekerja, apapun pekerjaan yang penting halal”, tutur beliau.

Awal mula menjadi penulis ibu Rini mengalami beberapa halangan dan rintangan, walau demikian tetap pantang menyerah dan terus belajar untuk bisa menyesuaikan dengan pekerjaan yang dijalani. Pernah menjadi editor tabloid Nova, kemampuan jurnalistik bu Rini tak diragukan lagi, namun tak jarang mengalami buntu dalam mebuat berita saat masih menjadi wartawan.

Keteguhan belajar membuat beliau mampu mengerjakan tugas kewartawanan dengan profesional. Mengejar berita setiap hari adalah tugas utama wartawan. Saat beliau susah menemukan ide untuk tulisan hari tersebut, beliau lebih memilih merefresh pikiran dari pada harus memaksakan untuk menulis, entah jalan – jalan sejenak atau keluar makan bakso. Dengan harapan ketika kembali menghadapi pekerjaan pikiran sudah fresh kembali.

Diskusi berjalan mengalir, banyak anak – anak panti yang bertanya dan berbagi pengalaman dengan beliau. Ada sekitar empat sampai lima penanya, membuat diskusi menjadi hidup. Selain memberiakn tips dan trik untuk menjadi penulis, ibu Rini Juga memotivasi anak – anak. “Tak langsung menjadi editor disurat kabar besar, namun butuh proses dan perjuangan, semua dimulai dari bawah”, pesan beliau.

Sebelum menjadi editor tentu beliau pernah merasakan menjadi wartawan. Profesi wartawan tak membuatnya berkecil hati. “Menjadi penulis atau wartawan sudah termasuk bagian dari birokrasi, jadi tidak harus berprofesi sebagai pegawai negeri sipil atau jadi anggota dewan, walau kebanyakan orang berkeinginan menjadi pegawai negeri sipil”, pesan Bu Rini. Beliau menambahkan; tentu bukan kebetulan menjadi orang sukses. Selain dengan kerja keras dan terus belajar, jaringan juga ikut menentukan, network yang kuat akan membuka jalan untuk kita.

Jaringan biasanya didapat dari bersosialisasi, lebih mantab lagi kalau saat berjejaring kita mempunyai skill. Masalah skill bisa diciptakan dengan terus belajar dan berusaha semaksimal mungkin. Namun skill yang mumpuni harus diasah dan dilatih terus menerus, tak kenal puas dalam hal kemampuan. Dengan berkarya adalah wujud mengasah skill secara terus menerus.

Selain Ibu Rini, tim Dexa Farma juga ikut memeriahkan acara SCR ke delapan, dengan berbagi dour prise menarik melalui kuis. Dexa Farma yang berjargon; wanita harus segar walau berpuasa, mensosialisasi produk mereka berupa suplemen untuk wanita, sesuai dengan jargonnya. Bukan semata – mata promosi produk, Tim Dexa Farma juga mensosialisasi cara tetap vit dan segar walau sedang berpuasa, khususnya bagi kaum wanita.

Bagai menyelam minum air, sembari berbagi sedikit ilmu tentang kesehatan bagi wanita, tim Dexa Farma berbagi hadiah. Ada empat anak panti yang mendapat bingkisan dari Dexa Farma, dengan metode kuis Dexa Farma berberikan bingkisan, pertanyaan kuis tak jauh dari apa yang diberikan saat sosialisasi. Akirnya acara ditutup dengan sesi foto bareng. [iroel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *