Akhir tahun 2008, seorang Dwi Wahyu Arif N ingin memberikan nilai tambah ke dalam kehidupan. Dengan berbekal keinginannya tersebut ia bergerak dengan mencoba membentuk sebuah tim yang kiranya dapat membantu mewujudkan impiannya. Dikarenakan tidak semua teman yang ia ajak menyetujui gagasannya tersebut, Arif pun terpaksa melakukan metode gerilya dimana hanya satu atau dua orang saja yang ia ajak untuk melakukan brainstorming yang dilanjutkan dengan penyatuan ide.

Perjuangan gerilya inipun membuahkan hasil. Sebuah organisasi sosial akhirnya dibentuk oleh Arif bersama beberapa temannya. Pada tahap ini fokus kegiatan, jenis kegiatan, sasaran kegiatan bahkan nama organisasi masih belum diputuskan. Hingga seorang Yudha Rusdianto memberikan nama “Senyum” pada organisasi ini sehingga mulai 4 Januari 2009 Senyum Community (SC) mulai dipopulerkan oleh organisasi ini. Tidak hanya nama, Senyum Community juga membutuhkan sebuah konsep yang nantinya akan menjadi tulang punggung organisasi ini. Nafis Mudrika pun hadir dengan menawarkan sebuah konsep sederhana yang hingga kini menjadi pedoman bagi Senyum Community.

Pertemuan pertama sebagai Senyum Community diadakan pada 22 Januari 2009. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota Senyum Community yang saat itu hanya terdiri dari 7 orang pemuda yang dikenal sebagai tonggak awal berdirinya Senyum Community. Meskipun pertemuan ini hanya diselenggarakan di sebuah kos sederhana, dari pertemuan pertama inilah diputuskan berbagai hal mendasar yang menjadikan Senyum Community seperti sekarang ini. Dari pertemuan ini pula diputuskan bahwa Senyum Community merupakan sebuah organisasi sosial yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan pemuda Indonesia.

Namun setelah itu perjalan tidak semulus yang diperkirakan, baru pada tanggal 13 Februari 2009 ada ide dari Danang AM S.Psi untuk mengadakan training. Pelaksanaan Pelatihan Psikologi (Pengembangan karakter) GRATIS di SMP 2 Ngaglik (28 Februari 2009).

Pelatihan tersebut membuat arah SC semakin jelas dan munculah ide untuk melakasankan Musyawarah Anggota yang pertama. Musyawarah ini diadakan pada 26 Maret 2009 bertempat di garasi rumah Danang dan dipimpin oleh Rusdi. Berdasar hasil musyarawah ini diputuskan visi, misi, dan nilai Senyum serta penetapan tim inti (founding father) yang berjumlah 8 orang yang dilengkapi dengan struktur dan rencana kerja. Mulai dari titik inilah Senyum Community semakin mantap menempatkan diri mereka di dalam masyarakat untuk membawa perubahan yang lebih baik.

Perjalanan Senyum Community pun terus berlanjut. Program-program yang bersifat edukatif dan menyenangkan terus digiatkan dan dikembangkan oleh Senyum Community untuk membuktikan eksistensi. Dan pada tanggal 19 September 2015  Senyum Community secara resmi berubah menjadi Yayasan Senyum Kita. Hal ini wujud dari keseriusan dalam mewujudkan visi misi yang telah dirancang bersama-sama demi terciptanya generasi muda Indonesia yang lebih baik.