Annasrul Ihsan Maulana

14081216_1272417432770409_2028857456_n

Anas begitu sapaannya. Saat ini kelas 4 di MI Muhamadiyah Jumoyo Salam (Setara dengan SD). Selain sekolah kegiatannya di rumah saat ini adalah membuat balon terbang. Dibuatnya dari plastik dengan pengapian yang apik sang balon akan membelah langit. Dari ketrampilan ini, terkadang Anas mendapatkan upah mulai dari 5 ribu hingga 10 ribu rupiah hasil dari membantu membuatkan balon terbang untuk warga yang meminta tolong. Sungguh sangat kreatif, jika hal ini dikembangkan semisal balonnya dihias mungkin akan bernilai lebih. Dan ketrampilan ini Anas dapatkan secara otodidak dan pertama kali hanya melihat saja di tivi.

Secara psikologis Anas anaknya ceria, mudah bergaul. Namun sepenurut cerita sang Ibu, ketika ayah Anas meninggal, ia tidak terlihat sedih, berbeda dengan kakak dan adiknya yaitu Saiful dan Huda. Menurut sang ibu, Huda yang notabene adiknya Anas justru jauh lebih dewasa.

Cita-cita Anas, ketika kami tanya, ia menjadi supir truck pengangkut pasir. Untuk warga Magelang yang berada sangat dekat dengan Gunung Merapi, ada keberakahan tersendiri setelah gunung meletus, yaitu pasir yang berlimpah. Sebelum sang ayah meninggal dunia karena sakit pada tahun 2014, ayahnya sangat dekat sekali dengan anak-anaknya. Jika tidak ada kegiatan, Anas dan Huda diajak ayahnya untuk menemaninya mengangkut pasir.

Karena kedekatan inilah, tidak aneh jika anak-anaknya bercita-cita menjadi supir truck. Sembari berlinang air mata sang ibu menjelaskan kedekatan sang ayah dengan anak-anaknya.

Sebagai orang tua tunggal dan tulang keluarga, pekerjaan apa saja dikerjakan oleh sang ibu. Di dekat rumah ada produksi kurma coklat, ia dipekerjakan di sana dengan upah 600 ribu per bulan. Itupun tidak menentu ada pesanan. Jadi sang ibu mengerjakan apa saja.

 (Last update by Team SeHATI Agustus 2016)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *