Koreksi Diri, Langkah Awal Menuju Sukses

PA Darun Najah – Senyumkita.com, Sabtu 27 Juli 2013 senyum ceria ramadhan (SCR) ke sepuluh bertempat di panti asuhan putri Danun Najah, Maguwoharjo, Sleman. Menghadirkan motivator dan pemperhati pendidikan yaitu mas Adi. Selain mas Adi ada komunitas Jogjaku yang turut meramaikan SCR ke 10 ini. Acara dibuka oleh kak Latifah Sholehah sebagai MC. Panti Asuhan Darun Najah adalah panti putri yang dihuni sekitar 40 orang, kehadiran Senyum Comunity dengan SCRnya disambut dengan antusias.

Peserta mengikuti diskusi dengan sangat antusias, kak Latifah kaget dengan semangat anak–anak menjawab salamnya, “biasanya tak semeriah ini ketika saya membuka acara” tutur kak Latifah. Sebelum kak Adi memberikan materi tentang motivasi, komunitas Jogjaku lebih dulu mensosialisasi kegiatannya. Kak Hadar dan kak Titin perwakilan dari komunitas Jogjaku menyampaikan tentang program komunitas. Awalnya hanya kumpulan orang – oarang yang suka jalan- jalan di daerah wisata Yogyakarta.

Berawal dari hoby sekumpulan orang, kak Hadar menyebutnya: “awalnya orang iseng share event jalan-jalan kita, akhirnya dibuatlah facebook dan twitter untuk mengembangkan komunitas ini”. Semakin bertambahnya like di facebook temen-temen Jogjaku berinisiatif untuk mengembangkan jangkauanya, bukan hanya jalan-jalan kelokasi wisata yang sudah terkenal, juga kepantai atau lokasi yang masih jarang dikunjungi wisatawan.

Bukan hanya sekedar jalan-jalan, namun banyak kegiatan yang mengisi jalan-jalan tersebut, termasuk out boud, arumjeram dan banyak lagi yang sudah dilakukan. Jalan-jalan sambil mencari teman dan pengalaman. Setelah komunitas Jogjaku selesai mensosialisasikan kegiatannya, masuk materi motivasi oleh kak Adi. Kak Adi adalah sajana Bahasa Inggris lulusan UNY. Motivasi yang disampaikan untuk peserta adalah untuk bergerak dan tidak terbelenggu oleh masa lalu, karena masa lalu hanya membuat kita tak berkembang.

Memulai sukses dari diri sendiri, karena motivasi terkuat muncul dari dalam diri. Kak Adi banyak bercerita tentang pengalamannya memotivasi, juga bercerita mengenai orang-orang sukses didunia dengan masa lalu yang tidak begitu baik. Mulai bercerita pendiri perusahaan Aple, yang dulunya adalah orang yang DO (Drop Out) dari kampusnya dialah Steve Jobs. Walau DO beliau bisa mendirikan perusahaan dibidang Teknologi yang mendunia.

Masih banyak cerita tentang orang-orang sukses berawal dari kegagalan, “karena kegagalan sebenarnya tidak ada, yang ada adalah belajar”, tutur kak Adi. Jangan pernah merasa gagal, ketika kalian merasa gagal pasti mengalami ketakutan dan tak mau mencoba lagi. Berpikirlah kegagalan itu karena ada sebuah sistem yang salah, jadi kita harus bangun dari jatuh dan memperbaiki yang keliru pada masa lalu, tambahnya.

Pikiran manusia ibarat gajah yang dirantai kakinya, kenapa? Karena dia terus tersugesti hal buruk akibat kegagalan yang pernah dilakukan. Kak Adi memberikan contoh salah satu pasiennya yang menderita hal aneh, anak tersebut tidak mempunyai teman, dari kontak handponenya hanya ada 10 nama saja, ketika bertemu orang barupun dia keluar keringat dingin dan ketakutan. Penyebabnya adalah trauma masa SMA yang pernah ditertawakan ketika melakukan sebuah kegagalan.

Untuk menghilangkan rantai yang mengikat pikiran kita, kita harus melakukan beberapa hal yang menurut kak Adi bisa menghilangkan rantai itu. Minimal mengurangi saya tidak percaya diri dalam diri. Yang pertama dilakukan adalah yakin, yakin kalau Tuhan akan memberikan hal lebih ketika kita mengalami sebuah kegagalan. Yang kedua menghilangkan rasa rendah diri yang membelenggu. Kita sering merasa tidak mampu, tidak bisa, padahal belum dicoba.

Sebelum menghilangkan rantai yang mengikat pikiran, berupa masa lalu yang buruk atau trauma, seseorang akan sulit menggapai sukses. Sebelum menggapai mimpi, tanamkan dulu dalam diri rasa percaya diri, yakin akan menuai hasil maksimal dan hilangkan rasa rendah diri, pesan kak Adi.

Akhir acara ditutup dengan penyerahan doorprize kepada peserta dan donasi kepada pengasuh PA Putri Darun Najah.[iroel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *